Cara menghitung harga FOB tanpa tekor
Elang · Harga · 6 menit baca
Kesalahan paling umum eksportir pemula: harga beli dari supplier dianggap sebagai modal. Beli Rp100.000, jual Rp120.000, dikira untung Rp20.000. Padahal biaya kemasan, trucking, dan dokumen belum dihitung. Ujung-ujungnya tekor.
Modal yang benar namanya HPP, dan besarnya tergantung Incoterm yang kamu tawarkan ke buyer.
HPP naik bertingkat, sesuai Incoterm
- EXW = harga beli + kemasan ekspor + biaya internal lain.
- FOB = HPP EXW + trucking ke pelabuhan + handling pelabuhan dan dokumen.
- CFR = HPP FOB + ongkir laut.
- CIF = HPP CFR + asuransi pengiriman.
Simulasi singkat
Misalnya kamu jual 20 ton produk dalam satu kontainer 20ft. Harga beli Rp5.000.000 per ton, kemasan Rp200.000 per ton, trucking Rp3.000.000, dan handling pelabuhan Rp2.500.000. Angka ini cuma contoh.
HPP EXW = Rp100.000.000 + Rp4.000.000 = Rp104.000.000
HPP FOB = Rp104.000.000 + Rp3.000.000 + Rp2.500.000 = Rp109.500.000, atau Rp5.475.000 per ton.
Kalau buyer minta harga FOB, angka Rp5.475.000 per ton itulah lantaimu. Di bawah itu, kamu rugi.
Baru tambahkan margin
Sebagai titik awal, pasang harga penawaran di HPP ditambah margin 20–30%. Dengan begitu kamu punya ruang nego. Tentukan juga batas bawah, misalnya HPP ditambah 10%, dan berani bilang "tidak" kalau buyer menawar di bawahnya.
Biar nggak ngitung manual, pakai kalkulator harga ekspor yang gratis di Ekspor Ranger.